I. Pengertian Perpustakaan
Perpustakaan berasal dari kata pustaka yang artinya buku. Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia, perpustakaan adalah tempat, gedung yang
disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dan sebagainya
dapat juga diartikan sebagai koleksi buku, majalah, dan bahan
kepustakaan lainnya yang disimpan untuk dibaca, dipelajari, dibicarakan.
Perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat
diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih
umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan
dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan oleh
masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli
sekian banyak buku atas biaya sendiri. Tetapi, dengan koleksi dan
penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak
perpustakaan kini juga merupakan tempat penimpanan dan/atau akses ke
map, cetak atau hasil seni lainnya, mikrofilm, mikrofiche, tape audio,
CD, LP, tape video dan DVD, dan menyediakan fasilitas umum untuk
mengakses gudang data CD-ROM dan internet
Sebagai tambahan, perpustakaan menurut Sulistyo Basuki adalah sebuah
ruangan, bagian sebuah gedung, ataupun gedung itu sendiri yang digunakan
untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan
menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk
dijual.
Pada 1970, The American Library Association menggunakan istilah
perpustakaan untuk suatu pengertian yang luas yaitu termasuk pengertian
”pusat media, pusat belajar, pusat sumber pendidikan, pusat informasi,
pusat dokumenstasi dan pusat rujukan”.
Kemudian makna perpustakaan menurut International Federation Of Library
Association and Institution adalah kumpulan bahan tercetak dan non cetak
dan atau sumber informasi dalam komputer yang disusun secara sistematis
untuk kepentingan pemakai.
II. Sejarah Perpustakaan
a. Sejarah perpustakaan dunia barat
Pada zaman dahulu manusia purba yang hidup nomaden biasanya memberi
tanda pada pohon, batu atau lempengan tanah liat. Perilaku ini ternyata
dapat digunakan untuk berhubungan dengan manusia purba lainnya.
Berdasarkan bukti arkeologis, diketahui bahwa perpustakaan berupa
catatan kumpulan transaksi niaga. Namun tidak pernah diketahui secara
pasti kapan berdirinya perpustakaan.
Bangsa Sumeria telah mengenal dan membuat perpustakaan pertama kali
sekitar tahun 5000 SM terbukti dengan ditemukannya kumpulan berupa
gambar pictograph pada lempengan tanah liat. Sehingga ditiru oleh
tetangganya, Babilonia. Di Mesir mulai dikenal tulisan sekitar tahun
4000 SM. Mereka menggunakan tulisan yang disebut hieroglyph. Mereka
menemukan bahan tulisan baru berupa papyrus, yang merupakan calon kertas
pada tahun 2500 SM. Perkembangan perpustakaan Mesir terjadi semasa Raja
Khufu sekitar tahun 1250 SM. Di Yunani mulai mengenal tulisan Mycena
tahun 1500 SM kemudian tulisan itu lenyap, sebagai gantinya mereka
menggunakan 22 aksara temuan orang Phonecia yang berkembang menjadi 26
aksara. Mereka mengenal perpustakaan sekitar tahun 800 SM berupa
gulungan-gulungan papyrus.kegiatan menyalin naskah juga dilakukan di
pertapaan pendeta Kristen di sekitar Eropa sampai para pertapa
menyediakan tempat khusus yang disebut scriptorium. Orang Eropa
menemukan mesin cetak sekitar abad XV dengan teknik yang disebut
incunabula.
b. Sejarah perpustakaan di Indonesia
1. Zaman kerajaan lokal
Pustakawan Indonesia mengatakan bahwa pada zaman kedatuan Sriwijaya,
Indonesia telah mengenal perpustakaan. Namun eksistensi perpustakaan
pada zaman itu perlu dipertanyakan lagi karena pendapat tersebut tidak
melalui penelitian.
Pada zaman kerajaan lokal, muncul berbagai macam kerajaan. Mereka tidak
memiliki perpustakaan namun memiliki kumpulan naskah kuno atau manuskrip
yang di simpan di istana. Dan hanya petugas istana, Raja dan kerabat
Raja yang boleh membacanya.
2. Zaman Hindia Belanda
Pada zaman ini didirikan berbagai macam perpustakaan.
a. Perpustakaan Gereja, didirikan Belanda di Batavia tahun 1463.
b. Perpustakaan penelitian, tumbuh seiring dengan dikeluarkannya
kebijakan tanam paksa, sehingga berdiri lembaga penelitian yang
membutuhkan informasi tentang tanaman.
c. Perpustakaan sekolah, pada zaman ini tidak hanya di pakai oleh siswa dan guru tetapi juga untuk masyarakat umum.
3. Zaman Jepang
Pada zaman ini perpustakaan di Indonesia mengalami kehancuran, karena
Jepang melarang semua buku yang di tulis dalam bahasa Inggris, Prancis
dan Belanda. Mereka juga menangkapi semua orang Belanda termasuk pekerja
perpustakaan Belanda.
4. Zaman kemerdekaan
Perpustakaan Nasional RI sebagai sebuah perpustakaan, bila dilihat dari
koleksinya, dapat ditelusur ke Perpustakaan Bataviasch Genootschap van Kunstenen
Wetenschap yang didirikan pada tahun 1778. Kepala perpustakaan yang
ditunjuk adalah seorang ilmuwan. Lembaga tersebut kemudian diberi
tambahan Koninklijk sebagai penghargaan atas karyawan serta merupakan
lembaga ilmu pengetahuan tertua di Asia. Koleksi KBGKW ini tetap utuh
selama pendudukan karena pada tahun 1942 pemerintah Hindia belanda
menyatakan Batavia sebagai kota terbuka, lalu gedung sebelah Museum
Nasional (kini Departemen Pertahanan, dahulu Rechtshogeschool) dijadikan
markas besar Kempetai (polisi rahasia Jepang) yang terkenal
kekejamannya. Hasilnya koleksi BKGKW tetap utuh, Setelah Indonesia
merdeka, BGKW berubah menjadi Lembaga Kebudajaan Nasional Indonesia,
dengan demikian koleksinya menjadi koleksi perpustakaan Lembaga
Kebudayaan Nasional. Dalam perkembangan selanjutnya lalu menjadi museum
dengan sendirinya Perpustakaan Lembaga Kebudayaan Indonesia menjadi
Perpustakaan Museum selanjutnya menjadi perpustakaan Museum Nasional,
kemudian berkembang sebagai koleksi Perpustakaan Nasional di bawah
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1980) selanjutnya menjadi
Perpustakaan Nasional
sebagai lembaga negara non departemen (1988). Kedudukan ini tetap sampai sekarang.
III. Fungsi Perpustakaan
a. Perpustakaan Umum.
• sumber pendidikan.
• sumber informasi.
• sumber kebudayaan.
• sumber rekreasi.
• sumber penelitian.
• sumber penghimpunan dan penyimpanan.
b. Perpustakaan Perguruan Tinggi
1. menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Civitas Akademis
2. pendidikan untuk menunjang kurikulum pendidikan.
3. pengajaran untuk menunjang program penelitian.
4. penelitian untuk menunjang program pengabdian masyarakat
c. Perpustakaan Sekolah
1. pendidikan, yaitu menunjang kurikulum pendidikan.
2. informasi, yaitu membekali siswa dengan ketrampilan mencari, mengolah, dan mengevaluasi informasi.
3. pengembangan pribadi dan watak.
4. penelitian sederhana dan rekreasi.
d. Perpustakaan Khusus
Berfungsi untuk menunjang kegiatan instansi induknya
e. Perpustakaan Nasional
1. Menyiapkan semua koleksi tercetak dan terekam yang diterbitkan oleh
negara yang bersangkutan mulai dari pengumpulan, penyimpanan dan
melaksanakan pelayanannya untuk kepentingan pembangunan nasional dan
kemajuan bangsa.
2. Mengadakan bahan pustaka luar negeri
IV. Tujuan perpustakaan
Perpustakaan memiliki tujuan untuk menciptakan masyarakat yang terdidik,
terpelajar, terbiasa membaca dan berbudaya tinggi sehingga senantiasa
mengikuti peristiwa dan perkembangan mutakhir karena menguasai sumber
informasi dan ilmu pengetahuan. Masyarakat tersebut mempunyai pandangan
dan wawasan yang luas, bersikap mandiri dan dapat mengikuti kemajuan
zaman.
Sumber:
Basuki, Sulistyo.1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Basuki, Sulistyo. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Universitas Terbuka
Sutarno. 2003. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
Yusuf, Pawit M dkk. 2005. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Jakarta:Kencana
http://www.griyawardani.wordpress.com
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/8/5/o3.htm
http://www1.bpkpenabur.or.id/kps-jkt/tkkgs/perpus.htm
http://www.pnri.go.id/official_v2005.5/feedbacks/question_and_suggestion/index.asp?box=detail&id=2006724151138&from_box=list&page=13&search_keyword=
http://id.wikipedia.org/wiki/Perpustakaan